Latest News

Showing posts with label Metode Pembahasan Alkitab. Show all posts
Showing posts with label Metode Pembahasan Alkitab. Show all posts

Saturday, November 4, 2017

Metode Pendalaman Alkitab



CARA PERTAMA

METODE SWEDIA
Pendalaman tahap 1

1-2. Lihatlah halaman 6
3. Animator membagikan sehelai kertas kosong (seukuran buku tulis biasa), lalu mengajak
    masing-masing peserta kelompok menuliskan ‘penemuan-penemuannya’ dalan teks yang
    hendak direnungkan, yaitu: apa saja yang tidak dipahami, yang dikatakan mengenai
    Tuhan, manusia, suatu hal yang baru disadari atau yang sebaiknya dilaksanakan
    selanjutnya, dan sebagainya.
4. Demi mudahnya, masing-masing catatan itu diberi tanda khusus, misalnya:
sesuatu yang tidak dipahami (pertanyaan);
sesuatu tentang Tuhan (sifat-Nya, cara kerja-Nya, sikap-Nya …);
sesuatu tentang manusia (wataknya, relasinya, cita-citanya, kesukaannya …);
pengertian baru (kebenaran yang baru disadari, ajaran Tuhan …);
sesuatu untuk ditaati (perintah, janji Allah, tuntutan …)
5. Tugas: Masing-masing peserta berbuat apa yang diminta dari mereka.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Semua peserta, satu per satu, membacakan sambil menjelaskan apa yang berhasil
    mereka catat dalam tahap 1 tadi
4. Sehabis peserta yang terakhir berbicara, animator mengajak para peserta mengomentari
    hasil penemuan mereka, serta merangkumnya sejauh mungkin.

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa itu sebaiknya singkat, satu kalimat saja.

CARA KEDUA

SHARING BERSAMA
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Animator membagikan teks atas 2 atau lebih bagian/alinea yang dalam pembicaraan
    bersama akan diperlakukan sebagai satuan-satuan terpisah namun saling terkait.
4. Tugas: Segala sesuatu yang – dalam tahap II – hendak disampaikan kepada kelompok
     sebagai hasil perenungan sendiri ataupun sebagai masalah yang mungkin baik untuk
     dibahas, dicatat oleh masing-masing peserta.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta mensharingkan hasil perenungannya mengenai masing-masing
     bagian teks secara berurutan (alinea pertama ditanggapi pada giliran pertama; alinea/
     bagian kedua – pada giliran kedua, dan seterusnya).
4. Sesudah semua peserta selesai berbicara, sharing ini boleh ditanggapi oleh yang berminat
    namun tidak boleh dicap ‘salah’ apalagi ‘sesat’

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
    teks yang baru saja selesai dibahas. Doa itu sebaiknya singkat, satu kalimat saja.

CARA KETIGA

PERTANYAAN TERTULIS
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta merenungkan teks dengan sebaik-baiknya, lalu menyusun 1-2
    pertanyaan (tertulis) yang menurut dia perlu dibahas bersama untuk lebih memahami
    dan menghayati teks.
4. Tugas: Semua pertanyaan tertulis itu diserahkan kepada animator secara anonim (tanpa
     nama) untuk ditanggapi oleh seluruh kelompok.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Animator mengajak hadirin menanggapi dengan sebaik-baiknya semua pertanyaan
    yang disampaikan kepadanya.
4. Tugas: Sehabis pembicaraan bersama, animator mengajak kelompok memikirkan apa
     kiranya masalah utama teks yang sedang dibahas.
5. Tugas: Masalah/amanat utama teks dirumuskan dengan sejelas mungkin oleh seluruh
     kelompok di bawah bimbingan animator

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa itu sebaiknya singkat, satu kalimat saja.

CARA KEEMPAT

KALIMAT TERPENTING
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta memilih dari teks satu kalimat (bukan ayat!) yang dianggapnya
     terpenting dalam teks, menyalinnya dalam buku catatannya, lalu merenungkannya
     secara mendalam sambil mencari alasan, mengapa kalimat itu berperanan paling penting
     dalam teks tersebut. Alasan itu sebaiknya dicatat.
4. Untuk dapat menentukan kalimat terpenting, jangan mengikuti perasaan saja, melainkan
    hendaknya dipikirkan pentingnya kalimat dalam keseluruhan teks, misalnya dengan
    bertanya,”Benarkah kalimat ini merupakan semacam tulang punggung teks ini? Penulis
    sendiri akan memilih kalimat mana sebagai yang terpenting? Mengapa?”
5. Biasanya kalimat yang berisikan perbandingan, kiasan, larangan, pertanyaan atau cerita
    semata-mata, bukan kalimat terpenting.
6. Dalam kalimat terpenting biasanya tersurat atau tersirat suatu pernyataan yang tetap
     aktual dan tetap bermakna/penting sekali bagi iman. Ucapan Yesus pasti lebih penting
     daripada narasi.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Kalimat terpenting pilihan pribadi diberitahukan, dengan sesingkat mungkin, oleh
     masing-masing peserta kepada kelompok. Kelompok menerimanya tanpa komentar.
4. Tugas: Selanjutnya setiap peserta mengemukakan alasan ia memandang kalimat pilihanya
     sebagai yang terpenting.
5. Tugas: Akhirnya, isi seluruh perikop disharingkan oleh setiap peserta dengan bertitik tolak
     dari kalimat yang dianggap terpenting.

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa itu sebaiknya singkat,satu kalimat saja.

CARA KELIMA

JUDUL KESELURUHAN
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta merenungkan teks untuk dapat membuat judul keseluruhannya,
     lalu mencatatnya, sambil berusaha menemukan alasan-alasan yang meyakinkan bahwa
     judul buatannya itu memang dapat dipertanggung jawabkan.
4. Judul yang baik memenuhi beberapa syarat
Singkat (2-4 kata saja)
Menarik (membangkitkan minat untuk membaca teks)
Jelas maknanya (rumusannya tepat dan mudah dipahami)
Positif (bukan larangan atau negasi)
Mencerminkan isi teks (sebab sesuai dengan isinya)
Khusus (cocok untuk teks berssangkutan saja)
Memupuk iman

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Judul buatan sendiri diberitahukan kepada seluruh kelompok yang menerimanya
     tanpa komentar.
4. Tugas: Sesudah mengetahui judul yang dibuat para peserta kelompok, animator mengajak
     mereka menjelaskan dan meyakinkan teman-teman lain bahwa judul buatan mereka
     memang terbaik dan jitu.

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halama 6
3. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa itu sebaiknya singkat,satu kalimat saja.
4. Sehabis doa penutup pertemuan, kelompok dapat membahas bersama judul manakah
     dari yang diusulkan tadi yang paling tepat dan sungguh memenuhi syarat.

CARA KEENAM

RENUNGAN TRIARTI
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta memilih satu kata/ungkapan yang akan direnungkannya
     secara khusus dan mendalam sepanjang pertemuan.
4. Tugas: Kata pilihan itu diberitahukan kepada kelompok, dan kelompok menerimanya
     tanpa komentar.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Kata pilihan dari tahap I tadi direnungkan dari 3 sudut yang berbeda, yaitu
     (a) Arti kata itu pada umumnya; (b) Arti kata itu dalam teks ini; (c) Arti kata itu bagi hidup
     pribadi saat ini.
4. Agar tugas ini dapat dilakukan secara tepat, hendaknya dibaca buku Stefan Leks,
    Merenungkan Sabda Tuhan dalam Kelompok, hlm. 34-52.
5. Tugas: Renungan Tri-arti yang sudah siap, disampaikan oleh masing-masing peserta di
     hadapan kelompok. Kelompok tidak mengomentarinya.

Pendalaman tahap III
1-2. Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan sebuah doa spontan
     singkat yang berisi intisari amanat Tuhan yang ditemukannya dalam kata pilihan tadi.

CARA KETUJUH

AMANAT-GAMBAR
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Dalam seluruh teks, dicari pokok utamanya, amanatnya yang berlaku sepanjang
     masa dalam bidang iman dan atau moral.
4. Tugas: Amanat itu diungkapkan dalam bentuk suatu gambar secara realistis ataupun
     simbolis. Namun, gambar itu seharusnya mudah ditangkap maknanya oleh orang
     sederhana sekalipun. Gambar itu harus khas, cocok benar dengan isi teks (bukan gambar
     umum yang bisa cocok dengan segala bacaan!)

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta kelompok memperlihatkan gambarnya, lalu berdasarkan gambar itu
     ia menjelaskan amanat keseluruhan teks yang ditangkapnya dan yang dinilainya berlaku
     abadi dalam bidang iman dan atau moral.
4. Animator boleh memberi kesempatan kepada seluruh kelompok untuk saling
    mempertanyakan ataupun menjelaskan masing-masing gambarnya lebih lanjut.

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa sebaiknya singkat, satu kalimat saja.

CARA KEDELAPAN

SURAT KEPADA SAHABAT
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta kelompok merenungkan secara mendalam seluruh teks untuk
     menemukan di dalamnya kabar baik yang selanjutnya – dalam bentuk surat – akan
     disampaikannya kepada seorang sahabat karib.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Kabar baik yang sudah ditemukan, dijadikan pokok renungan yang mulai dituliskan
     kepada sahabat pada tahap ini.
4. Perlu diingat bahwa teks pilihan dari Kitab Suci tidak selalu membicarakan 1 pokok saja.
     Ada kalanya teks memang terpusat pada 1 pokok saja namun menyorotinya dari berbagai
     sudut. Masing-masing peserta harus memilih dengan tegas 1 pokok saja dari keseluruhan
     teks lalu menjadikannya tema utama suratnya.
5. Sahabat yang dimaksud disini boleh riil (sungguh ada) ataupun fiktif (hasil rekaan). Yang
     penting, orang itu haruslah seorang sahabat, bukan teman biasa saja, sehingga dapat
     diandalkan dalam suka dan duka. Ia siap mendengarkan penulis biarpun tidak mendapat
     keuntungan apa-apa darinya.
6. Surat harus dibuat seserius mungkin tanpa basa basi dan tidak memuat berita apapun.
     Dengan mendengarkan surat itu, para peserta kelompok tidak diberi tahu apa yang
     sedang dilakukan atau direncanakan oleh penulisnya, melainkan memperoleh suatu
     bahan renungan tentang kabar baik yang ditemukannya dalam teks Kitab Suci.

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta membacakan surat kepada sahabatnya dihadapan
     kelompok. Surat itu tidak dikomentari.
4. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa sebaiknya singkat, satu kalimat saja.

CARA KESEMBILAN

POLA HIDUP YESUS
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Setiap peserta memperhatikan dengan sangat cermat bicara dan tindakan Yesus
     yang dikisahkan dalam teks serta membuat daftar singkat segala data dan ungkapan teks
     sehubungan dengan Yesus.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Dengan bertitik tolak dari daftar dan catatan yang sudah dibuat, masing-masing
     peserta memberitahukan kepada kelompok suatu yang dianggapnya penting dalam kata-
     kata dan tindakan Yesus, sebab di balik bicara atau tindakan Yesus itu ia sudah
     menangkap prinsip yang menjadi pegangan ataupun penggerak kehidupan Yesus.
4. Selanjutnya prinsip pegangan Yesus itu dirumuskan dengan sejelas mungkin dalam satu
     kalimat saja. Rumusan itu tidak boleh umum (mis:’Yesus sangat murah hati’) melainkan
     khusus, artinya berkaitan erat sekali dengan teks yang direnungkan. Rumusan dianggap
     salah bila isinya tidak berakar kuat dalam situasi teks dan dapat diterapkan pada berbagai
     teks dengan hasil yang sama.

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa sebaiknya singkat, satu kalimat saja.

CARA KESEPULUH

PENGAJARAN
Pendalaman tahap I
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Segala sesuatu yang menimbulkan pertanyaan (hal-hal yang dirasa aneh, atau yang
     sulit dipahami, yang ingin diketahui lebih jauh) dicatt oleh masing-masing peserta.

Pendalaman tahap II
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Semua peserta mendengarkan dengan penuh perhatian penjelasan mengenai teks
     bersangkutan yang disampaikan oleh seorang yang sudah mempersiapkan diri dari rumah
4. Pengajaran itu jangan diinterupsi. Hal yang tidak jelas dalam pengajaran, dapat
     dipertanyakan dalam tahap III.

Pendalaman tahap III
1-2 Lihatlah halaman 6
3. Tugas: Segala sesuatu yang dicatat dalam tahap I dan yang masih menjadi masalah,
     dikemukakan di hadapan seluruh kelompok, sedangkan animator (bukan peserta yg tadi     membawakan penjelasan) mengajak seluruh kelompok menanggapi apa yg dikemukakan)
4. Jika perlu penjelasan tambahan diminta pula dari orang yg mengomentari teks dalam
    tahap II tadi.
5. Tugas: Masing-masing peserta mengucapkan suatu doa singkat yang menggemakan isi
     teks yang baru saja selesai dibahas. Doa sebaiknya singkat, satu kalimat saja.

Tags